Periode saham yang perlu diperhatikan selama setahun yaitu dari bulan Januari s/d Desember adalah pada bulan Januari biasanya terjadi window dressing dimana harga-harga saham akan naik disebabkan biasanya emiten memoles kinerja perusahaannya sehingga bulan Januari adalah waktu untuk menjual koleksi saham yang kita miliki. Pada bulan Februari, harga cenderung turun disebabkan pada bulan sebelumnya harga telah memasuki fase jenuh jual (oversold), sehingga pada bulan ini adalah waktu untuk kembali mengkoleksi saham yang bagus. Sedangkan pada bulan Maret & April adalah waktu untuk menyimpan koleksi saham-saham yang dimiliki sembari menunggu waktu yang tepat untuk menjual saham pada saat harga saham telah naik, dimana biasanya perusahaan-perusahaan terbuka BUMN pada bulan ini melakukan pelaporan keuangan didalam RUPS.
Bulan Mei adalah waktu untuk melakukan profit taking dimana harga-harga saham perlu dicermati pada bulan ini untuk melakukan aksi jual pada harga yang terbaik dari minggu pertama s/d minggu keempat. Bulan Juni adalah waktu untuk kembali mengkoleksi saham-saham yang bagus. Bulan Juli yang biasanya bertepatan dengan hari raya Idul Fitri (lebaran), maka masyarakat cenderung membutuhkan dana tunai sehingga banyak saham yang dilepas oleh masyarakat yang membuat harga saham menjadi turun. Oleh karena itu, bulan Juli adalah waktu untuk menjual saham.
Bulan Agustus biasanya harga saham akan mengalami tren positif, maka bulan ini merupakan waktunya untuk membeli maupun menjual koleksi saham. Bulan September adalah waktu untuk membeli koleksi saham yang akan disimpan sampai dengan awal tahun depan. Bulan Oktober adalah waktu untuk menyimpan atau membeli koleksi saham untuk disimpan sampai dengan awal tahun depan. Bulan Nopember & Desember adalah waktu untuk menyimpan koleksi saham-saham yang dimiliki sembari menunggu waktu yang tepat untuk menjual saham pada saat harga saham telah naik atau sampai dengan bulan Januari tahun depan.
Periode harga saham selama setahun ini adalah tidak mutlak untuk diikuti atau dijadikan patokan untuk melakukan aksi jual atau beli saham, disebabkan oleh sifat harga saham yang sangat dipengaruhi oleh kinerja dari masing-masing emiten saham & kondisi perekonomian baik internal maupun eksternal.