Investasi yang diperlukan dan sangat mendesak untuk memajukan perekonomian bangsa Indonesia adalah R&D (Research & Development). R&D di segala bidang terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bangsa Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi masyarakat pengguna tetapi masyarakat pencetus atau pembuat (innovator).
Korea Selatan sudah memulainya, selanjutnya Indonesia. Sebagai perbandingan, tahun 2012 Jepang menghabiskan 3% dari PDB untuk R&D, Korsel menghabiskan sekitar 2% dari PDB, sedangkan Indonesia baru atau hanya menghabiskan sekitar 0,08% dari PDB.
Sedangkan bidang-bidang R&D yang perlu dikembangkan di Indonesia adalah Pangan, Energi, Infrastruktur & Industri. Bidang Pangan, contohnya Intensifikasi Pertanian, Hasil Tanam, Masa Tanam & Pemanfaatan Lahan Terbatas. Bidang Energi, contohnya Energi Terbarukan, Substitusi BBM. Bidang Infrastruktur, contohnya Jembatan, Pelabuhan & Bandara. Sedangkan bidang Industri, contohnya Industri Pengolahan, Manufaktur, Industri Transportasi & Hankam.
Untuk mendukung suksesnya Perekonomian berbasis pada R&D, maka diperlukan kebijakan-kebijakan yang mendukung, seperti peran dari Kementerian Riset & Teknologi sebagai koordinator untuk meningkatkan kerja sama antara hasil riset dari lembaga-lembaga riset yang ada termasuk universitas kepada dunia usaha atau masyarakat. Insentifikasi pajak terhadap perusahaan-perusahaan yang menerapkan R&D pada bidang usahanya, diukur dari anggaran yang ditetapkan untuk riset, dan sebagainya.
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juni 2014
Rabu, 28 Mei 2014
Investasi untuk Masa Depan
Investasi sangat diperlukan untuk menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia tetap stabil, dimana tanpa Investasi maka perekonomian akan berjalan di tempat. Sehingga Investasi niscaya diperlukan untuk memajukan perekonomian Indonesia. Investasi yang bagaimana yang sangat dibutuhkan dalam mempercepat kemajuan perekonomian Indonesia. Tentu saja, tidak semua Investasi harus dipaksakan masuk ke dalam perekonomian Indonesia, maka ada yang namanya daftar negatif Investasi.
Investasi yang baik untuk perekonomian Indonesia adalah Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Energi & Infrastruktur. Investasi di bidang Pendidikan diperlukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu menciptakan produktifitas untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui inovasi & kreatifitas. Investasi di bidang Pendidikan dapat berupa penciptaan program-program unggulan seperti sekolah-sekolah kejuruan yang menyiapkan skill yang diperlukan oleh industri, Research & Development, dsb. Investasi di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit Khusus yang masih jarang di Indonesia seperti Rumah Sakit Jantung, Jaminan Kesehatan Masyarakat, dsb. Investasi di bidang Pangan, seperti program-program pemanfaatan lahan tidur, intensifikasi pertanian, dsb.
Investasi di bidang Energi, seperti pemanfaatan energi terbarukan, percepatan pengalihan dari bbm ke gas untuk seluruh pembangkit listrik yang ada di Indonesia termasuk angkutan-angkutan umum, serta riset di bidang kendaraan listrik. Dan yang terakhir, adalah Investasi di bidang Infrastruktur sebagai sarana & prasarana yang diperlukan untuk percepatan perekonomian, seperti jalan tol, rel kereta ganda, jembatan, pelabuhan, bandara, dsb.
Investasi yang baik untuk perekonomian Indonesia adalah Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Energi & Infrastruktur. Investasi di bidang Pendidikan diperlukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu menciptakan produktifitas untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui inovasi & kreatifitas. Investasi di bidang Pendidikan dapat berupa penciptaan program-program unggulan seperti sekolah-sekolah kejuruan yang menyiapkan skill yang diperlukan oleh industri, Research & Development, dsb. Investasi di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit Khusus yang masih jarang di Indonesia seperti Rumah Sakit Jantung, Jaminan Kesehatan Masyarakat, dsb. Investasi di bidang Pangan, seperti program-program pemanfaatan lahan tidur, intensifikasi pertanian, dsb.
Investasi di bidang Energi, seperti pemanfaatan energi terbarukan, percepatan pengalihan dari bbm ke gas untuk seluruh pembangkit listrik yang ada di Indonesia termasuk angkutan-angkutan umum, serta riset di bidang kendaraan listrik. Dan yang terakhir, adalah Investasi di bidang Infrastruktur sebagai sarana & prasarana yang diperlukan untuk percepatan perekonomian, seperti jalan tol, rel kereta ganda, jembatan, pelabuhan, bandara, dsb.
Langganan:
Postingan (Atom)