Beberapa elemen Pengendalian Internal :
1. Lingkungan Pengendalian
2. Sistem Akuntansi
3. Prosedur Pengendalian
Lingkungan Pengendalian menekankan pada berbagai macam factor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian, diantaranya : Filosofi & Gaya Operasional Managemen. Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan). Gaya Operasional adalah mencerminkan ide manager tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan (filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi managemen)
Sistem Akuntansi adalah seperangkat aturan yang digunakan tidak hanya untuk membuat laporan keuangan, tetapi menghasilkan perangkat pengendalian managemen.
Prosedur Pengendalian adalah kebijakan dan aturan mengenai tingkah laku karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan managemen dapat tercapai, diantaranya :
1. Penggunaan Wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan
2. Pembagian Tugas
3. Pembuatan & Penggunaan Dokumen & Catatan
4. Keamanan yang Memadai terhadap Aset & Catatan
5. Pengecekan Independen terhadap Kinerja
Tampilkan postingan dengan label pengendalian internal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengendalian internal. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Mei 2014
Kamis, 22 Mei 2014
Sistem Pengendalian Intern Perusahaan
Sistem Pengendalian Intern Perusahaan adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan managemen yang telah ditetapkan.
Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan organisasi sebagai berikut :
1. Menjaga Kekayaan Organisasi
2. Memeriksa Ketelitian dan Kebenaran Data Akuntansi
3. Mendorong Efisiensi
4. Mendorong dipatuhinya Kebijakan Managemen
Dilihat dari tujuan, maka Sistem Pengendalian Intern dibagi menjadi 2 yaitu : Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi, contohnya : pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi. Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls) dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan managemen (dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi), contohnya : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan organisasi sebagai berikut :
1. Menjaga Kekayaan Organisasi
2. Memeriksa Ketelitian dan Kebenaran Data Akuntansi
3. Mendorong Efisiensi
4. Mendorong dipatuhinya Kebijakan Managemen
Dilihat dari tujuan, maka Sistem Pengendalian Intern dibagi menjadi 2 yaitu : Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi, contohnya : pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi. Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls) dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan managemen (dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi), contohnya : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
Langganan:
Postingan (Atom)