Dasar-dasar dalam pembuatan website adalah bahasa pemrograman HTML. HTML atau HyperText Markup Language merupakan suatu format yang digunakan dalam pembuatan dokumen yang berjalan di halaman web yang disajikan dalam browser. HTML bersifat statis artinya tampilan yang disajikan dalam browser tidak bisa dirubah oleh pengguna sehingga tidak bisa melakukan interaksi dengan halaman web. HTML menampilkan tampilan apa adanya berdasarkan format hypertext berupa tag yang selalu diapit dengan tanda kurung runcing <....>, contohnya <html>...</html>.
Oleh karena itu, diperlukan pemrograman web yang bersifat dinamis sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan halaman web yang ditampilkan oleh browser. Salah satu jenis pemrograman web dinamis yang sering digunakan adalah PHP. PHP (PHP : Hypertext Preprocessor) adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Server-side scripting artinya perintah-perintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya akan dikirimkan ke browser, sehingga PHP lebih aman dibandingkan dengan pemrograman web dinamis yang bersifat client-side scripting seperti javascript. Server akan memproses perintah-perintah PHP termasuk permintaan akses database dan mengembalikan hasilnya ke browser dalam format HTML. Contoh script PHP adalah <?php echo "Selamat belajar PHP"; ?>.
MySQL adalah salah satu jenis database yang digunakan untuk mengolah data pada aplikasi berbasis web. MySQL merupakan database yang sering digunakan untuk membangun web dinamis bersama dengan PHP. Kelebihan dari MySQL adalah bersifat open source dan free pada berbagai platform. MySQL menggunakan bahasa dasar sql untuk mengakses database sehingga lebih mudah digunakan, kinerja query cepat, dan mencukupi untuk kebutuhan database pada perusahaan-perusahaan skala kecil s/d menengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar