Rabu, 28 Mei 2014

Investasi untuk Masa Depan

         Investasi sangat diperlukan untuk menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia tetap stabil, dimana tanpa Investasi maka perekonomian akan berjalan di tempat. Sehingga Investasi niscaya diperlukan untuk memajukan perekonomian Indonesia. Investasi yang bagaimana yang sangat dibutuhkan dalam mempercepat kemajuan perekonomian Indonesia. Tentu saja, tidak semua Investasi harus dipaksakan masuk ke dalam perekonomian Indonesia, maka ada yang namanya daftar negatif Investasi.

          Investasi yang baik untuk perekonomian Indonesia adalah Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Energi & Infrastruktur. Investasi di bidang Pendidikan diperlukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu menciptakan produktifitas untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui inovasi & kreatifitas. Investasi di bidang Pendidikan dapat berupa penciptaan program-program unggulan seperti sekolah-sekolah kejuruan yang menyiapkan skill yang diperlukan oleh industri, Research & Development, dsb. Investasi di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit Khusus yang masih jarang di Indonesia seperti Rumah Sakit Jantung, Jaminan Kesehatan Masyarakat, dsb. Investasi di bidang Pangan, seperti program-program pemanfaatan lahan tidur, intensifikasi pertanian, dsb.

         Investasi di bidang Energi, seperti pemanfaatan energi terbarukan, percepatan pengalihan dari bbm ke gas untuk seluruh pembangkit listrik yang ada di Indonesia termasuk angkutan-angkutan umum, serta riset di bidang kendaraan listrik. Dan yang terakhir, adalah Investasi di bidang Infrastruktur sebagai sarana & prasarana yang diperlukan untuk percepatan perekonomian, seperti jalan tol, rel kereta ganda, jembatan, pelabuhan, bandara, dsb.

Minggu, 25 Mei 2014

Leverage

        Leverage dalam bahasa Indonesia adalah pengungkit. Leverage/Pengungkit adalah tuas atau alat angkut yang memudahkan dalam melakukan suatu pekerjaan berat seperti mengangkat beban, memindahkan atau menggeser benda. Sifat dari leverage itu sendiri adalah memudahkan sehingga segala sesuatu yang memudahkan dan berkonotasi positif dapat disebut dengan leverage. Tapi, leverage yang saya maksud disini adalah sesuatu yang memudahkan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

        Tujuan/sasaran/kerja dapat dicapai dengan efektif. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya pengungkit. Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan pengungkit yaitu pengetahuan, kepribadian, modal, finansial, dukungan keluarga, teman atau relasi, serta doa. Hal itulah yang saya maksudkan dengan leverage. Temukan leverage anda!

Elemen Pengendalian Internal

         Beberapa elemen Pengendalian Internal :
1. Lingkungan Pengendalian
2. Sistem Akuntansi
3. Prosedur Pengendalian

          Lingkungan Pengendalian menekankan pada berbagai macam factor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian, diantaranya : Filosofi & Gaya Operasional Managemen. Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan). Gaya Operasional adalah mencerminkan ide manager tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan (filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi managemen)

          Sistem Akuntansi adalah seperangkat aturan yang digunakan tidak hanya untuk membuat laporan keuangan, tetapi menghasilkan perangkat pengendalian managemen.

          Prosedur Pengendalian adalah kebijakan dan aturan mengenai tingkah laku karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan managemen dapat tercapai, diantaranya :
1. Penggunaan Wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan
2. Pembagian Tugas
3. Pembuatan & Penggunaan Dokumen & Catatan
4. Keamanan yang Memadai terhadap Aset & Catatan
5. Pengecekan Independen terhadap Kinerja

Kamis, 22 Mei 2014

Sistem Pengendalian Intern Perusahaan

        Sistem Pengendalian Intern Perusahaan adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan managemen yang telah ditetapkan.

         Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan organisasi sebagai berikut :
1. Menjaga Kekayaan Organisasi
2. Memeriksa Ketelitian dan Kebenaran Data Akuntansi
3. Mendorong Efisiensi
4. Mendorong dipatuhinya Kebijakan Managemen

         Dilihat dari tujuan, maka Sistem Pengendalian Intern dibagi menjadi 2 yaitu : Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi, contohnya : pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi. Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls) dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan managemen (dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi), contohnya : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.

Rabu, 21 Mei 2014

Faktor-Faktor Kebangkitan Ekonomi

       Faktor-faktor yang membawa pada kebangkitan ekonomi Indonesia menjadi 7 besar ekonomi Dunia adalah :

1. Produktifitas
    Peningkatan ekonomi tidak dilihat dari jumlah inputan yaitu berupa Sumber Daya yang besar, tetapi berasal dari produktifitas yang dihasilkan dari Sumber Daya tersebut. Semakin tinggi produktifitas suatu negara, maka makin tinggi tingkat ekonomi negara tersebut. Rumus yang sederhana dari produktifitas yaitu : jumlah Output / jumlah Input

2. Pendidikan & Kesehatan
    Dengan adanya jaminan Pendidikan & Kesehatan bagi seluruh warga, maka proses keberlangsungan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan. Pendidikan diperlukan sebagai bekal ilmu pengetahuan & keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan suatu roda ekonomi, sedangkan kesehatan dibutuhkan sebagai jaminan keberlangsungan roda ekonomi tersebut.

3. R & D (Research & Development)
    Research & Development diperlukan sebagai upaya-upaya untuk meningkatkan & mengembangkan berbagai hal termasuk faktor-faktor yang ada termasuk produktifitas, pendidikan & kesehatan.

4. Infrastruktur
    Infrastruktur diperlukan sebagai sarana & prasarana dalam menjalankan roda ekonomi. Semakin lengkap infrastruktur yang ada maka roda ekonomi akan berjalan semakin lancar.

5. Birokrasi
    Birokrasi merupakan sebuah katalis untuk menggerakkan seluruh faktor yang ada. Birokrasi merupakan domain pemerintah yang memiliki tanggung jawab sebagai regulator yaitu pembuat aturan untuk mempercepat kemajuan ekonomi suatu negara.

6. Kebijakan Makro Ekonomi
    Kebijakan makro ekonomi yang dibuat oleh Pemerintah & Bank Indonesia yang menjadi landasan dalam menggerakkan roda perekonomian.

7. Penegakan Hukum
     Penegakan hukum yang diperlukan untuk menegakkan aturan-aturan baku yang telah disepakati untuk menjalankan roda perekonomian.